Silaturahim yang Menyenangkan dan Menenangkan

Malang, 4 April 2025 – Silaturahmi bukan sekadar tradisi, tetapi juga memiliki makna spiritual yang mendalam dalam ajaran Islam. Dalam khutbah Jumat di Masjid Al Muttaqin, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Malang, Sukirman, S.Ag., M.Pd., selaku Kasi PD. Pontren Kemenag Kota Malang, menegaskan bahwa menjalin hubungan baik dengan sesama bukan hanya mempererat ukhuwah, tetapi juga menjadi kunci utama dalam meraih keberkahan hidup serta kelapangan rezeki.

Dalam khutbahnya, Sukirman mengingatkan bahwa bulan Syawal menjadi momentum bagi umat Islam untuk mempererat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniah (persaudaraan sebangsa), dan ukhuwah insaniyah (persaudaraan sesama manusia). Tradisi halal bihalal setelah Idul Fitri bukan hanya sekadar budaya, tetapi memiliki dasar kuat dalam ajaran Islam, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an Surat Ali Imran ayat 133-134.

"Orang-orang yang bertakwa memiliki empat ciri utama, yaitu gemar berinfak, mampu menahan amarah, memberi maaf, dan berbuat kebajikan," ujar Sukirman. Ia juga mengisahkan teladan dari Maimun bin Mahran, seorang sahabat Nabi yang mampu menahan amarahnya dan bahkan memaafkan serta membantu pembantunya setelah sebuah insiden kecil.

Lebih lanjut, Sukirman mengutip Al-Qur’an dan hadits Rasulullah SAW yang menegaskan bahwa silaturahmi dapat memperpanjang umur dan memperbanyak rezeki. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menjalin silaturahmi."

Khutbah ini juga menyoroti pentingnya lembut dalam bergaul. Rasulullah SAW dikenal dengan sikap lembutnya dalam mendakwahkan Islam, sebagaimana firman Allah dalam Surah Ali Imran ayat 159: "Seandainya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka akan menjauh dari sekitarmu."

Di akhir khutbah, Sukirman mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan silaturahmi sebagai kebiasaan, tidak hanya di bulan Syawal, tetapi sepanjang hayat. Dengan menjaga hubungan baik, saling memaafkan, dan membantu sesama, diharapkan keberkahan Allah SWT senantiasa menyertai kehidupan umat Islam.

"Mari kita manfaatkan bulan Syawal ini untuk memperbaiki hubungan dengan keluarga, teman, dan sesama. Dengan demikian, kita akan meraih ridha Allah serta hidup yang lebih bahagia dan berkah," pungkasnya.

Khutbah Jumat ini menjadi pengingat bagi umat Islam bahwa menjaga hubungan baik dengan sesama bukan hanya memberi manfaat sosial, tetapi juga mendatangkan keberkahan dunia dan akhirat.(HUMAS)

Rudianto

Penulis yang bernama Rudianto ini merupakan Pegawai Kantor Kementerian Agama Kota Malang yang berstatus PNS dan memiliki jabatan sebagai Pengadministrasi Data Penyajian dan Publikasi.