Departemen Agama adalah departemen perjuangan, kelahirannya tidak dapat dipisahkan dengan dinamika perjuangan bangsa. Pada saat bangsa Indonesia berjuang mempertahankan kemerdekaan yang baru saja diproklamirkan 17 agustus 1945, maka berkat usulan dari para Anggota Komite Nasional Indonesia Pusat, agar urusan Agama tidak ditangani secara sambilan maka dipandang perlu dibentuk Kementerian Agama, sekitar 5 bulan kemudian tepatnya tanggal 3 Januari 1946 lahirlah Kementerian Agama dengan Penetapan Pemerintah Nomor 1/SD Tahun 1946. Berdasarkan penetapan Menteri Agama Nomor: 6 Tahun 1956, tanggal 1 Maret 1956 maka tanggal 3 Januari 1946 ditetapkan sebagai hari “berdirinya Departemen Agama RI”. Pada peringatan ulang tahun Departemen Agama ke 34, tanggal 3 Januari 1980 peringatan tersebut diubah sebutannya menjadi “Hari Amal Bhakti Departemen Agama” disingkat “HAB Depag” dengan motto “IKHLAS BERAMAL”. Sejarah awal sebelum terbentuknya nama Depertemen Agama Kota Malang menurut KMA nomor 6 tahun 1977 yang ditindaklanjuti dengan KMA nomor 45 tahun 1981 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kantor Wilayah Departemen Agama, Kantor Departemen Agama Kabupaten/Kota dan Balai Diklat Pendidikan Teknis Keagamaan. saat itu jauh sebelumnya Departemen Agama telah mengalami beberapa pergantian nama mulai dari nama Kantor Kepenghuluan Kabupaten dan selanjtnya berubah lagi menjadi Kantor Urusan Agama Tingkat II. Hal ini berdasarkan KMA nomor 47 tahun 1963 tentang perencanaan Organiisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Dan terakhir pergantian nama hingga saat ini menjadi Kementerian Agama Kota Malang terhitung mulai tanggal 28 Januari 2010 sesuai dengan PMA nomor 1 tahun 2010 tentang perubahan Penyebutan Departemen Agama menjadi Kementerian Agama. Mengawali kegiatan perkantoran pada Tahun 1981 Departemen Agama Kota Malang menempati di jalan Arismunandar nomor 35. (saat ini difungsikan sebagai Rumah Dinas Kepala Kantor) dan baru pada tahun 1987 pindah tempat hingga saat ini menempati perkantoran di Jl. Raden Panji Soeroso No. 2 Malang. (achs)
Profil Gedung Baru Kantor Kementerian Agama Kota Malang : "Perpaduan antara Kekokohan dan Keanggunan"
Di bawah langit biru cerah yang dipenuhi awan tipis seperti kapas-kapas lembut, sebuah bangunan tampak memancarkan pesona yang kokoh dan berwibawa. Bangunan ini, meskipun tak terlalu besar, menyimpan keindahan dan keanggunan yang tak bisa diabaikan. Halaman yang dilapisi dengan batu-batu paving yang rata dan taman depan pagar yang mungil namun elegan, diselimuti dengan daun-daun tropis yang berguguran memberikan nuansa nostalgia masa lalu yang memikat.
Dari luar, tampak jelas bahwa tempat ini dirancang dengan pemikiran yang cermat dan teliti. Dinding-dindingnya yang dicat coklat susu dan jendela-jendela yang berbentuk teratur memberikan kesan keteraturan dan disiplin. Taman kecil di depan gedung dengan tanaman hijau yang terawat dengan baik, menambah kesan damai dan teratur—sebuah oasis ketenangan di tengah kesibukan kerja.
Begitu melangkah masuk, suasana yang begitu kental dengan nuansa religius dan administratif menyambut. Dinding-dinding berhiaskan berbagai simbol dan peraturan layanan, musik religi mengalun lembut, sementara meja-meja tampak rapi dengan berkas-berkas dan komputer yang siap siaga menunjukkan bahwa di sini, kegiatan administratif berlangsung dengan ritme yang presisi. Petugas di balik meja, mengenakan pakaian formal yang menunjukkan rasa hormat terhadap tugas mereka, melayani dengan rofesionalisme yang patut diacungi jempol.
Di ruang aula utama, atmosfer menjadi lebih serius. Ruangan ini dirancang untuk menghadapi pertemuan-pertemuan penting dan diskusi strategis. Bangunan ini memang bukan hanya sekadar tempat administratif; ia adalah pusat kendali yang merumuskan dan mengarahkan kebijakan-kebijakan keagamaan di kota ini. Di sinilah berbagai keputusan penting diambil, dari perencanaan kegiatan keagamaan hingga pengawasan terhadap pelaksanaan regulasi yang berkaitan dengan agama. Dengan segala ketelitian dan kehati-hatian, isntitusi di sini menjalankan fungsinya, memastikan bahwa setiap langkah diambil dengan penuh perhitungan dan kesadaran akan dampaknya.
Di beberapa ruangan, dindingnya yang dihiasi dengan peta-peta wilayah dan rencana kerja menandakan bahwa setiap keputusan diambil dengan pertimbangan yang mendalam dan analisis yang mendetail. Setiap kursi, meja, dan perlengkapan lainnya tampak dipilih dengan cermat untuk memastikan bahwa tidak ada ruang untuk kekacauan—semua harus sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Dalam setiap aspek operasionalnya, kantor ini mencerminkan kombinasi dari keefisienan administratif dan kedalaman spiritual. Ia adalah simbol yang jelas dari keteraturan dan dedikasi, menjaga agar prinsip-prinsip keagamaan dapat diterapkan dengan cara yang harmonis dan terorganisir.
Di dalam, suasananya tenang seperti pagi hari di desa. Lampu-lampu neon berpendar lembut, menerangi meja-meja yang berjejer rapi. Meja-meja kayu yang tampak sudah berumur, seolah ingin bercerita tentang pertemuan-pertemuan yang telah berlalu di sana. Para pegawai, dengan wajah yang menunjukkan kebijaksanaan dan kesabaran, duduk di belakang meja mereka, sibuk dengan tumpukan kertas dan dokumen. Suara keyboard dan desiran AC adalah latar belakang yang membuat ruangan ini terasa hidup, meskipun tidak pernah terlampau ramai. Lamat-lamat terdengar lantunan ayat-ayat suci yang diputar melalui speaker komputer salah satu pegawai. Di luar jendela, tampak pohon-pohon yang bergetar lembut oleh angin, seolah mereka juga memahami bahwa pekerjaan di kantor ini adalah tentang menjaga keseimbangan dan harmoni, sebagaimana alam yang tenang di sekelilingnya.
Arsitektur masjidnya juga mencerminkan perpaduan nuansa klasik dan modern. Fasad luar masjid mencerminkan rancangan bergaya modern. Namun mihrob di dalam masjid yang terbuat dari kayu jati dihiasi dengan desain ukiran yang rumit dan lengkungan yang lembut, seolah berbicara tentang era ketika seni dan kerajinan dipuja sebagai sesuatu yang sakral. Kubah masjid dengan megahnya menjulang ke langit, berdiri seolah sebagai symbol elemen utama penjaga iman dan warisan tradisi keagamaan, mengawasi kota dengan tatapan yang tak lekang oleh waktu.
Gedung ini tidak menawarkan kemewahan yang berlebihan. Sebaliknya, ia memberikan rasa kedamaian dan stabilitas. Tempat ini adalah cerminan dari keyakinan yang teguh dan upaya yang tulus untuk menjaga keharmonisan dalam masyarakat. Di sinilah berbagai urusan agama dijalankan, dengan penuh dedikasi dan ketelitian, tanpa pernah mengharapkan perhatian yang lebih
Inilah Kantor Kementerian Agama Kota Malang, kantor yang dipenuhi dengan semangat para pegawainya. Kebaikan mereka, seperti sinar keemasan matahari pagi, menghangatkan jiwa dan membuat para pengunjung yang datang untuk mencari solusi atas permasalahan mereka pun merasa betah. Maka, Kemenag Kota Malang, dia adalah salah satu permata di taman indah bernama Kota Malang, tempat sejarah dan alam saling terkait dalam pelukan yang harmonis, dan tempat setiap sudut dan celah menceritakan kisah yang layak untuk dikenang. (fts)