Hari Raya Hanya untuk Yang Puasanya Diterima

MALANG 25 Maret 2025 - Ied, merupakan kata serapan dari “aud” yang berarti kembali. Banyak penafsiran tentang hal ini. Ada yang menyebut Ied, karena ia akan datang setiap tahun. Ada yang menyebut hari ied karena Allah mengembalikan kebahagian dengan datangnya ied. Atau karena Allah memberikan pahala yang sangat banyak pada hari itu karena ied. Yang popular biasanya diartikan kembali suci.

Bagaimana tidak kembali suci, bila seorang muslim menjalani puasa dengan puasa spesial yang harus menjaga mata, menjaga pendengaran, menjaga ucapan, menjaga anggota tubuh dari maksiat, membatasi diri jangan sampai kekenyangan meski dari harta halal dan menjaga hati untuk tidak puas dengan ibadah yang dilakukan dengan senantiasa was-was jangan-jangan Allah tidak mengabulkan puasanya. Tentu saja akan kembali suci, setiap janji Ramadan dengan pahala lipat ganda disambut dengan ibadah yang sungguh sungguh dengan durasi ibadah yang lebih banyak daripada selain Ramadan.

Wahhab Ibn Munabbih me nyatakan: Allah menciptakan surga pada hari ied fitri. Men ciptakan pohon thuba juga pada hari ied fitri. Allah memilih malaikat Jibril sebagai penyampai wahyu pada hari ied fitri. Para penyihir yang diadu dengan Nabi Musa mendapatkan ampunan dari Allah pada hari ied fitri.

Anas Ibn Malik menceritakan bahwa Rasulullah berkata: “pada malam ied fitri, Allah me me nuhkan pahala orang yang berpuasa di bulan Ramadan. Allah memerintahkan pada para malaikat saat pagi hari fitri untuk turun ke langit bumi. Mereka berdiri di Lorong-lorong tempat tempat keramaian dan berteriak dengan suara yang sangat keras hingga didengar oleh semua makhluk kecuali jin dan manusia: “Wahai ummat Muhammad kembalilah pada tuhanmu, syukuri yang sedikit, Allah akan memberikan yang lebih banyak, mengampuni seluruh dosa besar.” Pada saat umat Nabi Muhammad keluar ke musholla-musholla mereka dan berdoa, Allah tidak akan meninggalkan mereka kecuali dengan memenuhi semua doa mereka, semua permintaan mereka pasti dikabulkan dan dosa-dosa mereka diampuni. Mereka pulang dari masjid untuk shalat ied dalam keadaan diampun semua dosanya.

Sheikh Abdul Qadir Jilani mem bedakan ied milik orang Islam dan orang kafir. Bagi seorang mukmin hari raya adalah ke syukuran karena meraih ridla Allah sementara orang kafir hari raya adalah karena meraih ridla setan. Seorang mukmin merayakan ied dengan mahkota hidayah di kepalanya, di kedua matanya terdapat tanda-tanda fikrah al-ibrah, di telinganya terdapat pendengaran kebe naran, di lisannya terdapat sa ha dat tauhid, di dalam hatinya terdapat makrifat dan keyakinan, di lehernya terdapat surban keislaman, di dadanya terdapat logika ketertundukan.

Hidayah yang dibawa seorang muslim saat ied, akan membuat me reka sadar bahwa ied bukan masalah pakaian baru, meng konsumsi makanan halal dengan kemewahan kesenangan yang lain. Tetapi hidayah me nam pakkan ketertundukan dengan diterima ketaatan, leburnya doa dan kealpaan.

Suatu hari ada seorang datang ke Sayyidina Ali pada hari raya, ia sedang memegang remukan roti. Orang itu terkejut dan bertanya ke pada Sayyidina Ali, wahai Amirul mukminin hari ini hari raya dan yang engkau makan hanya remukan roti? Sayyidina Ali kemudian berkata: “Hari raya ada lah untuk orang yang diterima puasanya, dosanya diampuni dan per jalanan hidupnya disyukuri. Hari ini adalah hari raya, besok ada lah hari raya, setiap hari Dima na kita tidak melakukan kemak siatan adalah hari raya bagi kita.”

Bagi orang yang berakal senan tiasa meninggalkan sekedar melihat apa yang nampak dimata saja. Dan tidak meyakini apa yang nampak di mata. Tetapi hari raya harus menjadikan kita bertambah berfikir dan mengambil ibarat. Bila hari raya adalah sekedar suka cita dunia maka kita hanyalah tertipu dalam kedok agama. (*)

Oleh: Gus Achmad Shampton Masduqie Kepala Kemenag Kota Malang

Artikel ini sudah dimuat di malangposcomedia pada Selasa, 25 Maret 2025

Rudianto

Penulis yang bernama Rudianto ini merupakan Pegawai Kantor Kementerian Agama Kota Malang yang berstatus PNS dan memiliki jabatan sebagai Pengadministrasi Data Penyajian dan Publikasi.