BRUS Membangun Konsep Remaja Qeren Qurani

Malang, 11 Maret 2025 – Kantor Kementerian Agama Kota Malang melalui Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam menyelenggarakan program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Malang yang diikuti 8 Angkatan. Program ini bertujuan membentuk generasi muda yang sehat, mandiri, dan berkualitas. Pembukaan BRUS dilakukan secara serentak oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur secara daring dan diikuti oleh seluruh Madrasah Aliyah di kabupaten/kota se-Jawa Timur.


Kegiatan di MAN 2 Kota Malang ini diisi oleh seluruh penyuluh agama Islam dari Kemenag Kota Malang. Mereka bertindak sebagai pemateri yang kompeten dan berpengalaman dalam pembinaan remaja. Materi yang disampaikan mencakup pentingnya mengenali diri sendiri, mengembangkan potensi, dan meningkatkan keterampilan komunikasi untuk pengambilan keputusan yang bijak.


Mengenali Diri, Menggapai Masa Depan
Dalam sesi pertama, para peserta diajak untuk memahami konsep diri. Setiap individu perlu mengenali kelebihan dan kekurangannya agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Dengan memahami diri sendiri, remaja dapat membangun prinsip hidup yang kuat dan menentukan arah masa depan dengan lebih baik.
Selain itu, sesi ini juga menekankan pentingnya memiliki konsep diri yang positif. Remaja yang memiliki harga diri yang kuat akan lebih percaya diri dalam menghadapi tantangan kehidupan. Konsep diri ini bukan sesuatu yang muncul secara instan, melainkan dibentuk melalui pendidikan, pengalaman, serta pengaruh lingkungan.


Membangun Karakter Islami dengan Konsep Remaja Qeren Qur’ani
Salah satu hal menarik dalam program BRUS adalah pengenalan konsep Remaja Qeren Qur’ani (RQQ), yang mengacu pada nilai-nilai Islami yang diambil dari kisah para nabi dalam Al-Qur’an. Para peserta diajak untuk meneladani sifat-sifat bijaksana, empati, dan tanggung jawab, sebagaimana dicontohkan oleh para Nabi.
Konsep RQQ menanamkan nilai-nilai tauhid, kebaikan, dan keseimbangan hidup dalam diri remaja. Melalui pendekatan ini, diharapkan generasi muda dapat menjadi pribadi yang lebih religius, moderat, bertanggung jawab, serta memiliki semangat untuk terus berkembang.


Membangun Harapan dan Menjadi Generasi Berkualitas
Selain mengenali diri sendiri, peserta BRUS juga diajak untuk membangun harapan dan impian mereka dengan cara yang realistis dan bermanfaat. Dalam sesi Membangun Jembatan Harapan, remaja didorong untuk melakukan introspeksi diri, menerima umpan balik dari orang lain, serta menggali kembali minat dan bakat yang mereka miliki.
Harapan merupakan tujuan yang ingin dicapai dalam hidup, dan dengan bimbingan yang tepat, remaja dapat belajar bagaimana menyusun langkah-langkah konkret untuk mewujudkan harapan tersebut. Dengan demikian, mereka akan tumbuh menjadi individu yang mandiri, bertanggung jawab, dan mampu berkontribusi secara positif bagi masyarakat.


Masa Depan Remaja, Masa Depan Bangsa
Dengan adanya program BRUS ini, Kemenag Kota Malang berharap para remaja tidak hanya mendapatkan ilmu, tetapi juga mampu mengaplikasikan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari. Melalui diskusi dan refleksi, mereka diharapkan dapat mengembangkan sikap bijaksana dalam menghadapi berbagai permasalahan yang ada.
Pada akhirnya, remaja yang sehat secara fisik, mental, dan spiritual akan menjadi aset berharga bagi bangsa. Dengan bekal yang diberikan dalam BRUS, generasi muda diharapkan dapat menghadapi tantangan zaman dengan penuh percaya diri, memiliki prinsip hidup yang kokoh, dan menjadi pribadi yang lebih baik untuk masa depan yang lebih cerah.


Program BRUS di MAN 2 Kota Malang ini merupakan salah satu langkah nyata dalam mencetak generasi unggul yang berkarakter Islami dan siap menghadapi tantangan global.(HUMAS)

Rudianto

Penulis yang bernama Rudianto ini merupakan Pegawai Kantor Kementerian Agama Kota Malang yang berstatus PNS dan memiliki jabatan sebagai Pengadministrasi Data Penyajian dan Publikasi.