Malang – Dalam upaya meningkatkan pemahaman dan kualitas asesmen di lingkungan madrasah, Kementerian Agama (Kemenag) Kota Malang menggelar workshop bedah kisi-kisi asesmen madrasah pada Selasa, 25 Februari 2025. Kegiatan yang berlangsung di Aula Pelayanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) Kemenag Kota Malang ini dihadiri oleh 116 Kepala Madrasah dari jenjang MI, MTs, dan MA.
Workshop ini dibuka langsung oleh kepala kemenag kota malang Achmad Shampton, S.HI, M.Ag serta menghadirkan narasumber dari Balai Diklat Keagamaan (BDK) Surabaya, Dr. Moh. Miftahussiroyudin, S.Ag., MM. Selain itu, turut hadir Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Abdul Mughni, S.Ag., M.Pd., serta pengawas dan staf Pendidikan Madrasah Kemenag Kota Malang.
Meningkatkan Pemahaman Asesmen
Tujuan utama dari workshop ini adalah untuk meningkatkan pemahaman para pendidik tentang pentingnya asesmen yang efektif dalam proses pembelajaran. Dengan asesmen yang baik, diharapkan kualitas pendidikan di madrasah semakin meningkat.
Selain itu, para peserta diajak untuk membedah kisi-kisi asesmen yang telah digunakan sebelumnya guna mengetahui kelebihan dan kekurangannya. Hasil analisis ini kemudian menjadi dasar dalam pengembangan kisi-kisi asesmen yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan siswa.
Integrasi Nilai-Nilai Islam dalam Asesmen
Salah satu poin penting dalam workshop ini adalah menekankan pentingnya mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam proses asesmen. Hal ini sejalan dengan visi madrasah dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga memiliki karakter Islami yang kuat.
Dalam sesi pemaparan, Dr. Miftahussiroyudin menjelaskan kisi-kisi Asesmen Madrasah (AM) untuk mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Bahasa Arab. Kisi-kisi ini disusun berdasarkan Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 183 Tahun 2019 dan KMA Nomor 450 Tahun 2024.
Ia juga menekankan bahwa dalam penyusunan naskah soal AM, para guru harus memperhatikan kaidah-kaidah yang sesuai, seperti menghindari unsur SARA, politik praktis, pornografi, serta konten provokatif.
Peningkatan Kompetensi Guru dalam Penyusunan Soal
Selain membahas kisi-kisi asesmen, workshop ini juga memberikan pelatihan kepada para peserta mengenai teknik penulisan soal pilihan ganda yang baik dan benar.
Beberapa aspek yang ditekankan dalam sesi ini meliputi:
• Cara penyusunan soal berbasis kaidah yang benar.
• Penggunaan stimulus yang kontekstual dalam soal.
• Menyusun soal yang mampu mengukur kompetensi siswa secara objektif.
Dengan adanya workshop ini, diharapkan para kepala madrasah dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dalam menyusun asesmen yang lebih berkualitas. Hal ini pada akhirnya akan berdampak positif pada peningkatan mutu pendidikan di madrasah-madrasah di Kota Malang.
Kegiatan ini mendapatkan respons positif dari para peserta. Mereka mengapresiasi materi yang disampaikan karena sangat relevan dengan kebutuhan madrasah saat ini. Harapannya, workshop serupa dapat terus diadakan untuk mendukung pengembangan profesionalisme tenaga pendidik di lingkungan madrasah.(HUMAS)