Kota Malang -- Bulan Ramadan adalah bulan penuh berkah di mana umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan meningkatkan amal kebajikan. Salah satu bentuk ibadah yang sangat dianjurkan adalah memakmurkan masjid dengan shalat berjemaah, membaca Al-Qur'an, beriktikaf, serta mengikuti majelis ilmu.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surat At-Taubah ayat 18 yang artinya:
"Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan salat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapa pun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk."
Ayat ini menegaskan bahwa salah satu tanda keimanan seseorang adalah kecintaannya dalam memakmurkan rumah Allah. Di bulan Ramadan, masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan keagamaan yang memperkuat ukhuwah Islamiyah.
Beragam Amalan Memakmurkan Masjid di Bulan Ramadan
Beberapa amalan yang dapat dilakukan untuk memakmurkan masjid selama Ramadan antara lain:
1. Shalat Berjamaah
Shalat berjamaah memiliki keutamaan besar, terutama di bulan Ramadan. Shalat wajib, Tarawih, hingga Tahajud menjadi momentum meningkatkan kualitas ibadah dan ketaqwaan.
2. Iktikaf
Iktikaf merupakan ibadah sunnah dengan berdiam diri di masjid untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT, terutama di 10 hari terakhir Ramadan guna meraih malam Lailatul Qadar.
3. Membaca Al-Qur'an
Bulan Ramadan disebut sebagai Syahrul Qur'an, bulan diturunkannya Al-Qur'an. Membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur'an menjadi amalan utama yang dapat dilakukan di masjid.
4. Mendengarkan Ceramah dan Tausiyah
Tausiyah dan kajian keislaman menjadi sarana menambah ilmu dan memperdalam pemahaman agama.
5. Membersihkan dan Merawat Masjid
Islam mengajarkan kebersihan sebagai bagian dari iman. Membersihkan dan menjaga kebersihan masjid menjadi bentuk kepedulian terhadap rumah Allah.
Semangat Memakmurkan Masjid di Kantor Kementerian Agama Kota Malang
Di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Malang, semangat memakmurkan masjid tampak sejak awal Ramadan. Jamaah shalat Dzuhur pada hari pertama Ramadan dipenuhi oleh pegawai dari berbagai instansi, tidak hanya dari Kemenag, tetapi juga dari Imigrasi, Pengadilan Agama, Dinas Perhubungan, Pengadilan Negeri, serta masyarakat sekitar.
Pada kesempatan itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Malang, Gus Shampton, menyampaikan kultum usai shalat Dzuhur. (3/3)
"Ramadan adalah waktu yang tepat untuk melakukan muhasabah, mengevaluasi diri, serta melatih kesabaran dan ketaqwaan. Kita harus memanfaatkan bulan ini untuk memperbaiki diri dan meningkatkan ibadah," ujar Gus Shampton.
Beliau menekankan bahwa manusia sebagai makhluk sosial harus menjaga etika dalam berinteraksi agar tidak menimbulkan perpecahan. Muhasabah diri akan membantu seseorang memahami kesalahannya dan berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Refleksi Diri dalam Islam: Belajar dari Al-Muhasibi
Konsep muhasabah atau refleksi diri telah lama diajarkan dalam Islam, salah satunya oleh Abu Harits al-Muhasibi, seorang ulama sufi yang dikenal dengan ajaran introspeksi diri dalam tasawuf.
Al-Muhasibi menekankan pentingnya kritis terhadap diri sendiri sebelum bertindak atau berbicara. Ia juga membahas berbagai macam kesedihan yang dialami manusia dan bagaimana mengolahnya menjadi energi positif untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Metode reflektif Al-Muhasibi mengajarkan bahwa banyak nilai, perasaan, dan pemikiran dalam diri seseorang yang perlu ditimbang terlebih dahulu agar tidak terjerumus dalam hawa nafsu. Humas