Kota Malang -- Ratusan peserta didik kelas XII MAN 2 Kota Malang bersama wali murid, tenaga pendidik, dan staf mengikuti doa bersama di Aula MAN 2 Kota Malang. (26/2)
Kegiatan ini merupakan bagian dari ikhtiar spiritual agar para siswa diberikan kelancaran dalam menghadapi ujian madrasah serta meraih masa depan yang gemilang.
Pesan Penting dari Kepala Kemenag Kota Malang
Hadir dalam acara tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Malang, Gus Shampton, yang menyampaikan pesan mendalam mengenai pentingnya menghormati guru dan orang tua dalam perjalanan menuntut ilmu.
"Saat saya masih kuliah semester satu, saya benar-benar menjaga adab terhadap guru. Saya tidak pernah ikut membicarakan dosen dengan cara yang tidak baik. Saat itu, IPK saya 4. Namun, beberapa semester berikutnya, saya mulai ikut dalam aksi protes terhadap dosen, dan nilai saya langsung menurun. Jika diibaratkan dengan gelas, ketika kita mengotori gelas tersebut lalu kita gunakan untuk minum, bukankah kotoran tersebut akan masuk ke diri kita?" ungkap beliau.
Beliau menekankan bahwa ridho guru dan orang tua sangat berpengaruh terhadap keberkahan ilmu dan kesuksesan seseorang.
"Anak-anakku, jangan pernah menyakiti hati guru dan orang tua. Orang tua ibarat Al-Qur'an, meskipun sudah lusuh atau rusak, tetap harus kita perlakukan dengan hormat. Apa pun kondisi mereka, ingatlah bahwa ridho Allah terletak pada ridho orang tua," pesan beliau.
Guru Diminta Selalu Memberikan Ridho kepada Muridnya
Selain memberikan pesan kepada para siswa, Gus Shampton, juga mengingatkan para guru agar senantiasa meridhai murid-muridnya meskipun ada kekhilafan yang dilakukan.
"Saat kita marah kepada murid, berdoalah, 'Ya Allah, hamba-Mu ini mohon, ridhoilah anak/murid saya, sebagaimana hamba ini meridhoinya.'" tutur beliau. Humas