Apa yang Membawa Kemenag Kota Malang ke Panggung Penghargaan Nasional

Kota Malang – Dalam rangka memperkuat inovasi literasi nasional, Ikatan Guru Inovator Literasi Nasional (Iginos) menyelenggarakan Workshop dan Anugerah Literasi Nasional 2025 dengan tema "Berinovasi Memajukan Literasi Bersama Iginos". Acara yang berlangsung meriah ini digelar di Aula Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Jawa Timur, Kabupaten Malang, pada Minggu(16/2).

Acara ini dihadiri oleh Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO, Dr. Itje Chodidjah, M.A., para pembina Iginos, Ketua Iginos, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Kepala BBGP Jawa Timur, serta perwakilan dinas pendidikan dan guru penggiat literasi se-Jawa Timur.

Penghargaan untuk Kemenag Kota Malang

Pada kesempatan ini, Kementerian Agama Kota Malang dianugerahi penghargaan sebagai lembaga yang memberikan dukungan aktif terhadap inovasi literasi nasional. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas dua tahun berturut-turut peran aktif Kemenag Kota Malang dalam memajukan literasi di wilayahnya. Penghargaan Prestisius tersebut diserahkan langsung oleh Pembina Iginos Prof Dr. Joko Saryono M.Pd kepada Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Malang, Gus Shampton.

Inovasi Gerakan Literasi Kemenag Kota Malang

Dalam dua tahun terakhir, Kemenag Kota Malang telah sukses menggelar dua kali kompetisi menulis artikel bagi Guru Madrasah dan Guru Agama dalam rangka memperingati Hari Amal Bakti (HAB) Kemenag. Selain itu, Kemenag Kota Malang juga mengadakan kompetisi baca kitab kuning bagi siswa-siswi madrasah serta kursus jurnalistik bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kemenag Kota Malang. Ramadan tahun lalu, Kemenag Kota Malang menjadikannya sebagai bulan literasi bagi penyuluh. Setiap penyuluh harus menulis di media massa setiap hari.

Pesan Literasi dari Gus Shampton

Selepas menerima penghargaan, Gus Shampton menyampaikan rasa terima kasih atas penghargaan tersebut. Beliau juga menekankan pentingnya kolaborasi untuk meningkatkan literasi di era digital. "Meningkatkan literasi di era digital ini tidak hanya menjadi tanggung jawab individu, tetapi juga tugas kita bersama. Orang tua, pendidik, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat harus saling bekerja sama menciptakan ekosistem yang mendukung literasi digital. Dengan literasi digital yang baik, kita dapat melahirkan generasi yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga memiliki etika dan tanggung jawab dalam penggunaannya," ujarnya.

Penguatan Literasi dan Inovasi melalui Workshop

Selain pemberian penghargaan, kegiatan ini juga diisi dengan berbagai sesi workshop. Materi yang disampaikan meliputi penguatan literasi berbasis teknologi dan inovasi pembelajaran mendalam (deep learning). Para peserta, yang terdiri dari guru penggerak dan inovator literasi, diajak merancang strategi kreatif untuk meningkatkan budaya literasi di sekolah dan masyarakat.

Harapan untuk Masa Depan Literasi

Salah satu peserta dari madrasah negeri di Kota Malang turut menyampaikan aspirasinya agar literasi menjadi bagian integral dalam kehidupan masyarakat Indonesia. "Dengan semangat kolaborasi, kita ingin menjadikan literasi sebagai fondasi utama dalam mencetak generasi cerdas dan berdaya saing di tingkat global," ungkapnya. Humas

Muhammad Nur Hidayah

Penulis yang bernama Muhammad Nur Hidayah ini merupakan Pegawai Kantor Kementerian Agama Kota Malang yang berstatus PNS dan memiliki jabatan sebagai Pranata Humas dan Agen Perubahan Kemenag Kt Malang.