Para Wakil Kepala Kurikulum (Waka Kurikulum) Madrasah se-Kota Malang mengikuti workshop penting mengenai literasi membaca dan numerasi pada Rabu, 25 Juni 2025. Bertempat di Aula Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Malang, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan pengembangan potensi siswa di madrasah.
Pembukaan Penuh Harapan dari Kepala Kankemenag Kota Malang
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Kankemenag Kota Malang, Achmad Shampton, S.HI, M.Ag. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya pendekatan yang memudahkan dalam mengedukasi anak, mengutip prinsip "Allimu, yassiru wal tu'assiru" (Ajarilah, mudahkanlah, dan jangan persulit).
"Harapan kami, workshop ini dapat membantu menciptakan materi yang mudah dipahami, mengubah hal-hal sulit menjadi mudah bagi anak-anak," ujar Achmad Shampton. Beliau juga berharap kurikulum pembelajaran yang dihasilkan akan menyenangkan siswa, mampu menggali potensi terbaik mereka, dan membebaskan mereka dari rasa tertekan akibat kesulitan materi. "Sehingga asesmen menjadi hal yang biasa dan tidak menakutkan," tambahnya.
Kepala Kankemenag juga menyampaikan harapannya agar ilmu yang didapat dari workshop ini dapat segera diterapkan di masing-masing madrasah, menciptakan dampak positif bagi seluruh peserta didik.
Membedah Literasi Membaca: Lebih dari Sekadar Membaca dan Menulis
Materi pertama disampaikan oleh M. Dwi Cahyono, S.Pd, yang menjabat sebagai Koordinator Bidang / Waka Kehumasan SDM - MIN 1 Kota Malang. Beliau menjelaskan bahwa literasi tidak hanya sebatas kemampuan menulis dan membaca, tetapi juga pengetahuan atau keterampilan dalam bidang tertentu, serta kemampuan individu dalam mengolah informasi untuk kecakapan hidup.
Secara spesifik, literasi membaca didefinisikan sebagai kemampuan memahami, menggunakan, mengevaluasi, dan merefleksikan teks untuk tujuan individu mengembangkan potensi dan berpartisipasi dalam masyarakat. Dwi Cahyono juga menyoroti tantangan literasi membaca saat ini, termasuk kurangnya akses bacaan berkualitas dan dominasi konten "scroll-scroll" di era digital.
Menguatkan Numerasi untuk Berpikir Kritis
Sesi selanjutnya diisi oleh Nanang Sukmawan Setiabudi, M.Pd, Kepala MIN 2 Kota Malang, yang membahas materi numerasi. Nanang menjelaskan numerasi sebagai kemampuan berpikir kritis, memahami, menganalisis isi bacaan, serta menggunakan penalaran melalui konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk diinterpretasikan dalam grafik, data, tabel, dan lain-lain.
Beliau juga menguraikan tiga level kognitif dalam numerasi: pengetahuan dan pemahaman, aplikasi, dan penalaran. Pentingnya pembuatan asesmen yang efektif juga ditekankan, dengan saran untuk menggunakan stimulus berupa bacaan dan tabel, memanfaatkan data yang up-to-date, dan menyesuaikan asesmen dengan kompetensi yang ingin diukur.
Workshop ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Kankemenag Kota Malang untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan madrasah, sejalan dengan tagline Madrasah: Maju, Bermutu, Mendunia. Diharapkan, ilmu dan keterampilan yang diperoleh para Waka Kurikulum akan menjadi bekal berharga dalam mencetak generasi madrasah yang unggul dan berdaya saing.