Malang – Gelaran Pekan Olahraga dan Seni Madrasah Ibtidaiyah (Porseni MI) tingkat Kota Malang tahun 2025 resmi berakhir pada Senin, 24 Februari 2025. Acara penutupan yang berlangsung meriah ini dihadiri oleh Kasi Pendma, beberapa pengawas madrasah kemenag kota malang dan 200 siswa yang berhasil meraih juara dalam berbagai cabang lomba.
Sebanyak 192 trofi dibagikan kepada para pemenang yang telah menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam bidang olahraga dan seni. Kegiatan penutupan semakin semarak dengan penampilan spesial dari para juara pertama di bidang seni, seperti Pidato Da’i Cilik (Pildacil), menyanyi solo, baca puisi, Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), dan lainnya. Aksi panggung mereka mendapat sambutan hangat dari para hadirin.
Dalam sambutannya, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Pendma) Kementerian Agama (Kemenag) Kota Malang, Abdul Mughni, M.Pd, menekankan tiga poin penting terkait penyelenggaraan Porseni MI. Pertama, Porseni merupakan ajang silaturahmi dalam arti yang luas, tidak hanya bagi siswa tetapi juga bagi guru dan orang tua. Kedua, kegiatan ini menjadi sarana pembinaan potensi murid dalam bidang olahraga dan seni. Ketiga, Porseni berperan dalam mewujudkan Panca Prestasi yang telah diamanahkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kementerian Agama RI.
“Porseni MI bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga menjadi momen untuk membangun kebersamaan, meningkatkan bakat siswa, serta mengembangkan karakter sportif dan religius. Harapan kami, ajang ini dapat terus memotivasi siswa untuk berprestasi lebih baik di masa depan,” ujar Abdul Mughni dalam sambutannya.
Di akhir acara, diumumkan tiga juara umum yang berhasil meraih prestasi tertinggi dalam Porseni MI Kota Malang 2025. MI Khadijah keluar sebagai juara umum pertama, diikuti oleh MIN 1 di posisi kedua, dan MIN 2 di posisi ketiga.
“Atas nama Kantor Kemenag Kota Malang, kami mengucapkan selamat kepada seluruh panitia atas kesuksesan penyelenggaraan Porseni MI tingkat Kota Malang. Semoga tahun berikutnya kegiatan ini dapat lebih baik lagi,” tambah Abdul Mughni.
Dengan berakhirnya Porseni MI 2025, diharapkan para siswa terus bersemangat dalam mengasah kemampuan mereka, baik dalam bidang akademik maupun non-akademik. Ajang ini tidak hanya menjadi wadah kompetisi, tetapi juga menjadi inspirasi bagi seluruh siswa untuk terus berprestasi di berbagai bidang.(HUMAS)