Perkuat Moderasi Beragama, Ciptakan Generasi Toleran dan Berakhlak

Malang, 31 Januari 2025 - Pondok Pesantren Nailul Falah yang terletak di Blimbing, Kota Malang, menjadi tuan rumah bagi kegiatan Penguatan Moderasi Beragama. Kegiatan ini menghadirkan Kasi PD Pontren pada Kantor Kementerian Agama Kota Malang, Sukirman, S.Ag., M.Pd, sebagai narasumber yang menjelaskan secara rinci mengenai konsep moderasi beragama.
Moderasi beragama, menurut Sukirman, adalah cara pandang, sikap, dan praktik beragama yang menghindari ekstremisme dan mengedepankan keseimbangan antara keyakinan agama dan kehidupan sosial. Konsep ini bertujuan untuk menciptakan keharmonisan dalam keberagaman, baik di dalam satu agama maupun antar agama.
Moderasi beragama memiliki empat pilar utama. Pertama, komitmen kebangsaan, yaitu mencintai negara dan mengikuti aturan yang berlaku. Kedua, toleransi, yaitu menghormati perbedaan dan tidak memaksakan keyakinan kepada orang lain. Ketiga, anti-kekerasan, yaitu menghindari ujaran kebencian, tindakan anarkis, dan kekerasan dalam beragama. Keempat, penerimaan terhadap tradisi, yaitu menghargai budaya dan kearifan lokal yang tidak bertentangan dengan ajaran agama.
Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam mengajarkan moderasi beragama. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain mengintegrasikan moderasi beragama dalam kurikulum, menanamkan sikap toleransi dan kebinekaan, melawan radikalisme dan ekstremisme, mengajarkan fikih yang fleksibel dan kontekstual, serta mengembangkan program sosial dan dakwah yang humanis.
Kegiatan ini mendapat sambutan yang luar biasa baik dari jajaran pengasuh pondok yang dipimpin oleh KH. Misbahul Munir, maupun dari Kepala Sekolah SMP Nailul Falah, Ust. Ulin Nuha, LC. Dalam sambutannya, Ulin Nuha menekankan pentingnya pemahaman yang moderat bagi para santri, serta pentingnya membekali mereka dengan wawasan kebangsaan yang inklusif.
"Dalam mencetak santri yang moderat, dibutuhkan tuntunan dan figur yang memiliki karakter, di samping religius juga toleran terhadap semua golongan," ujar Ulin Nuha. "Pondok Pesantren Nailul Falah terbuka untuk semua golongan."
Ulin Nuha juga menambahkan bahwa para santri di pondok pesantren ini terbiasa menjalankan puasa sunnah setiap hari, kecuali pada hari-hari tertentu seperti saat ada kunjungan wali santri.
Bagi masyarakat yang ingin mendaftarkan putra-putrinya di Pondok Pesantren Nailul Falah, dapat menghubungi pihak pondok pesantren secara langsung.
Dengan menerapkan prinsip-prinsip moderasi beragama, pondok pesantren dapat menjadi pusat pendidikan Islam yang membentuk generasi yang berilmu, toleran, dan berakhlak mulia.(HUMAS)

Rudianto

Penulis yang bernama Rudianto ini merupakan Pegawai Kantor Kementerian Agama Kota Malang yang berstatus PNS dan memiliki jabatan sebagai Pengadministrasi Data Penyajian dan Publikasi.