Kota Malang -- Pondok Pesantren Al-Muflihun, Kota Malang, menjadi tuan rumah acara penguatan moderasi beragama yang berlangsung dengan penuh antusiasme pada Rabu (15/1). Acara yang dihadiri oleh 120 santri tingkat wustho dan ulya ini dimulai pukul 10.00 hingga 11.30 dan dipandu langsung oleh Drs. H. M. Soetrisno, S.Kom., pimpinan pondok pesantren tersebut.
Dalam paparannya, Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kementerian Agama Kota Malang, Bapak Sukirman, menekankan pentingnya memahami moderasi beragama. "Inti dari moderasi beragama adalah tidak bersikap ekstrem, baik ke kanan maupun ke kiri, melainkan berada di tengah-tengah dengan prinsip toleran, adil, dan berimbang. Kita harus menghargai umat lain yang berbeda agama serta tidak mengganggu hak-hak mereka yang berbeda keyakinan," jelasnya.
Acara ini juga menjadi momentum sosialisasi lomba menulis cerpen bertema moderasi beragama yang diselenggarakan oleh Tim Kerukunan Umat Beragama (KUB) Kanwil Kemenag. Lomba ini berlangsung mulai 21 Desember 2024 hingga 12 Maret 2025.
Bapak Sukirman berharap penguatan wawasan santri sebagai Santri Moderator dapat mencetak generasi muda yang cerdas, kreatif, dan berkontribusi dalam pembangunan manusia Indonesia di era digital. “Semoga dari sini lahir generasi yang gemar menulis, baik cerpen maupun novel Islami, yang bernuansa moderasi beragama,” tutupnya.
Kegiatan ini mendapatkan apresiasi dari para santri dan ustadz/ustadzah yang hadir, menunjukkan semangat dalam mendukung upaya moderasi beragama sebagai bagian dari peran pondok pesantren dalam mencetak generasi bangsa yang toleran dan inklusif. Humas