BAZNAS Kota Malang Gelar Pembinaan UPZ untuk Optimalisasi Pengumpulan ZIS

Kota Malang -- BAZNAS Kota Malang menggelar Pembinaan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dengan tema "Optimalisasi Pengumpulan ZIS dalam Mempercepat Kesejahteraan Umat". (22/1)

Acara yang berlangsung di Hotel Aria Gajayana ini bertujuan untuk meningkatkan pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) demi mempercepat tercapainya kesejahteraan umat di Kota Malang.

Hadir dalam acara tersebut Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Ketua BAZNAS Kota Malang, Kepala Kemenag Kota Malang, Kepala Pengadilan Agama, Kabag Kesra Pemkot Malang, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perwakilan media, Kepala Madrasah Negeri, serta operator zakat.

Sinergi untuk Kota Malang yang Lebih Maju

Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Kota Malang, Prof. Kaswi, menekankan pentingnya sinergi dan kebersamaan dalam membangun Kota Malang, terutama melalui pengelolaan zakat yang optimal.

"BAZNAS Kota Malang selalu berkolaborasi dengan seluruh jajaran pemerintahan. Meski selama ini sering dipandang sebelah mata, kami berharap ke depan BAZNAS mampu bangkit bersama-sama untuk menunjukkan kemanfaatannya bagi orang lain," ujar Prof. Kaswi.

Prof. Kaswi juga mengumumkan program santunan untuk 1.000 anak yatim yang akan digelar pada 16 Maret 2025 di Grand Mercure. "Kami memberikan apresiasi yang tinggi kepada Kemenag Kota Malang atas kolaborasi luar biasa selama ini. Di tempat lain, hubungan seperti ini sering tidak harmonis, tetapi Kota Malang menjadi contoh sinergi yang baik," tambahnya.

Dukungan dari Kementerian Agama

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Malang, Gus Shampton, dalam sambutannya memberikan apresiasi atas inisiatif BAZNAS Kota Malang dan berharap lembaga ini menjadi pelopor utama dalam penyaluran zakat di kota tersebut.

"Kemenag Kota Malang telah meluncurkan aplikasi SIMKATWA untuk meningkatkan transparansi pengelolaan zakat. Dengan aplikasi ini, pengumpulan dan penyaluran zakat diharapkan semakin profesional dan terpercaya," ungkap Gus Shampton.

Selain itu, Gus Shampton menyoroti keberhasilan program wakaf tunai di Kota Malang sebagai salah satu inovasi penting dalam pengelolaan keuangan umat. "Kami berharap pergerakan BAZNAS semakin hebat lagi. Sebagai badan yang diakui dalam fiqih Islam, BAZNAS harus terus menunjukkan akuntabilitas dan manfaat bagi masyarakat," tegasnya.

Peringatan Harlah BAZNAS ke-24

Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan peringatan Hari Lahir (Harlah) BAZNAS Kota Malang yang ke-24, yang jatuh pada 17 Januari. Dalam suasana penuh kebersamaan, para pemangku kepentingan menegaskan komitmen untuk memperkuat kolaborasi demi meningkatkan kesejahteraan umat.

Melalui pembinaan ini, BAZNAS Kota Malang berharap para pengelola zakat, khususnya UPZ, dapat lebih optimal dalam mengelola dana ZIS sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat luas. (Humas)

Muhammad Nur Hidayah

Penulis yang bernama Muhammad Nur Hidayah ini merupakan Pegawai Kantor Kementerian Agama Kota Malang yang berstatus PNS dan memiliki jabatan sebagai Pranata Humas dan Agen Perubahan Kemenag Kt Malang.